SD Tarsisius Vireta

SD Tarsisius Vireta adalah Sekolah Dasar Katolik di Tangerang dengan Akreditasi A. Follow akun Instagram SD di @sdtarsisiusvireta.

Menjadi Guru: Bukan Sekedar Profesi Melainkan Panggilan

Baginya, guru adalah seorang petani yang terus menuai tak henti. Meskipun profesi guru juga menyentuh berbagai bidang mulai manager, psikolog dan lain sebagainya. “Menjadi guru sama seperti seorang petani. Sama-sama menanam, seorang guru langsung menuai dan tak henti-hentinya menuai.  Tanam hari ini, tuai hari ini juga, dan akan terus menuai pada kemudian hari. Menjadi guru harus terus belajar tidak pernah ada kata cukup dan tuntas. Harus selalu mengalami pembaruan. Walaupun profesi guru ada kalanya seperti menjadi manajer yang harus menentukan rancangan pelaksanaan pembelajaran. Ada kalanya harus menjadi psikolog yang mampu menjiwai peserta didik. Dan, ada kalanya harus menjadi artis sebagai figur motivator bagi mereka. Mendidik, Melatih dan mengajar merupakan tugas utama guru. Mendidik, Melatih dan mengajar membutuhkan kesabaran tak terhingga. Oleh karena itu, untuk menjadi guru dibutuhkan sebuah panggilan”

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas SD Tarsisius Vireta

SD Tarsisius Vireta resmi mengadakan PTMT dengan protokol kesehatan yang ketat (Selasa, 9/11/2021). Wakil Kepala Sekolah Kurikulum, Antonina Dewi Retnowati, S.Pd mengatakan bahwa peserta didik sangat antusias mengikuti PTMT hari ini meskipun sistem nomor presensi ganjil-genap. Peserta didik yang berada di rumah dapat mengikuti penjelasan guru melalui google meet. Terlihat dari wajah peserta didik kerinduan yang dalam untuk belajar seperti biasanya. “ya, Peserta didik baik di rumah maupun di sekolah antusias mengikuti PTMT hari ini dan terpancar dari wajah-wajah mereka kerinduan mendalam untuk belajar seperti biasa,” kata Wakasek Dewi Retnowati.*

Menjawab Situasi: Para Guru Mengikuti Pelatihan Google Classroom

Belajar tak mengenal batas, begitulah kira-kira kata yang tepat untuk para guru Kelas 1-3 SD. Tarsisius Vireta. Seperti kita ketahui, sebelum masa pandemi Covid 19, guru-guru memiliki keahlian di bidang masing-masing. Ada guru yang menguasai bidang agama, bahasa Indonesia, matematika, dan lain sebagainya. Tetapi sejak masa pandemi, guru-guru bak superman/superwomen harus dan dituntut menguasai segala bidang, terutama media pembelajaran digital. Selain itu, situasi pandemi ini menuntut setiap guru untuk rendah hati, mau belajar, dan tidak merasa paling tahu. Berbagi ilmu adalah kata kunci dan tindakan yang sebainya dilakukan.


Antusiasme Guru SD Tarsisius Vireta Menyampaikan Pelajaran Melalui Daring

sejak awal bulan Maret, peserta didik belajar dari rumah (Home Learning). Semua aktivitas belajar mengajar di sekolah dihentikan. Hal itu dilakukan untuk mendukung pemutusan mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Kebijakan tersebut membuat perubahan yang cukup signifikan, karena mau tidak mau, orang tua harus berperan aktif dalam belajar peserta didik. Dengan kata lain, orang tua menjadi guru dadakan. Demikian pula guru, mau tidak mau harus belajar tentang media-media atau aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pelajaran.

× PPDB 2022-2023